January 29, 2007

Saat Ujian Musim Dingin!


kalo lagi ujian, emang pengen na belajar ajah. Apalagi kalo ujian musim dingin, tinggal duduk manis depan dafaya dengan cemilan yang berlimpah. Wah indahnya... ditambah lagi dengan alunan musik yang nambah asyik. *Asyik belajar apa maen musik?!;P* trus lagi berlindung dibawah selimut...wah...alamat deh! bakal tiarap secepatnya, hihi....










Trus lagi ni...kalo lagi ujian, malez kaliii masak! Padahal bawaannya lapeeerr...muluw! Nah,untuk my prob yg satu ini biasanya akuw bikin masakan yang awet. Bisa disimpan untuk beberapa hari. Tapi kalo lagi bad mood, gak ad greget belajar, so on son yang bikin kamuw borring, temen aku menyarankan untuk mengkonsumsi makanan segar atau masakan panas yang pedas...Hum...Jet szeetzzz..!





Akuw paling gak suka ujian musim dingin sebenarnya. Tapi enak nya musim dingin tuh makanan gak cepet basi. Nah, ceritanya pas hari-hari ujian kemaren yang bikin akuw gak nampak di dunia maya ini *haiiyah* aku emang pengen..banget konsen di ujian. sampe smua kebutuhan perutku aku manjain, gak peduli diet2an. *Weks,diet paan, udah kecil gini;P* seperti tulisan yg akuw posting 'utuh' itu, pas ujian itu menu makanku emang sangat simpel dan sekali! Kalo gak bikin Mahsyi, Salad, telor rebus sambel kecap, telor mata sapi, kerupuk, hati masak rendang, nasi goreng, mie instan, dsb2 yg simpel2 deh! Waduh...kasian kaliii ah!




Belanjanya juga sekali waktu ajah, tapi mborong pas hari sebelom ujian, mpe aku beli troli belanja. Padahal belanja nya juga di pasar tradisional *Nah justru itu, biar ringan bawa'nya kan jalan kaki* Tapi pas ujian tinggal skali lagi, akuw blanja lagi ama Shopie, temen asramaku...walah...

Nah berikut ini adalah gambaran akuw pas ujian kemaren...
to be continue..lambat kali ah nge-upload poto, lain kali ah....hihi

Amplop Gaji dan Part-Time

Saya tidak ingat lagi kapan tepatnya menerima gaji untuk pertama kali. Tapi sebagai mahasiswa yang belum mempunyai pekerjaan tetap, saya bangga sekali dapat melakukan kegiatan positif untuk orang lain. Terlebih lagi jika apa yang telah saya usahakan bermanfaat dan mendapat apresiasi plus uang gaji. Wah… Saya jadi sumringah

Sama halnya cerita saya semasa kecil, mendapatkan angpau lebaran adalah tradisi dalam keluarga saya. Terlepas seberapapun besar jumlah uangnya, tapi kami sebagai anak-anak merasa gembira sekali waktu itu. Meski pada akhirnya uang tersebut akan kembali ke tangan orangtua, saat saya tertidur lelah setelah mengelilingi rumah-rumah sanak saudara.

Dalam Kamus Ilmiah Populer Kontemporer - Alex MA. Gaji digambarkan sebagai balas jasa atau penghargaan atas hasil kerja seseorang, juga upah kerja yang dibayar dalam waktu tetap. Tapi disini saya akan bertukar cerita tentang gaji dalam arti uang pemasukan mahasiswa luar negeri, khususnya Negara Mesir dimana saya juga turut andil menempuh studi di Kota Seribu Menara ini. Uang pemasukan tersebut tidak terbatas gaji dalam artian yang ada pada kamus yang saya sebutkan di atas, tapi gaji yang mempunyai makna sebagaimana yang akan saya ceritakan.

Biaya studi di luar negeri tidaklah sedikit, terlebih lagi jika kurs mata uang Rupiah bernilai lebih kecil dibanding Negara tersebut. Beruntung jika kiriman dari orangtua tidak pernah berhenti mengalir dan ajeg. Tapi jika sebaliknya? Atau boleh jadi amplop gaji tersebut sekedar sebagai tambahan uang jajan, pengalaman bekerja dan mungkin juga sebagai ajang belajar mandiri.

Kuliah di Luar Negeri, tepatnya Mesir tidak seperti kuliah di Negara lain yang mengizinkan mahasiswa bekerja sambilan paroh waktu atau part-time. Meski ada juga sebagian teman yang lolos pemeriksaan. Tapi justru hal ini dapat menumbuhkan kekreatifan Masisir (Mahasiswa Indonesia di Mesir). Tidak sedikit teman-teman yang membuka usaha untuk dapat membantu pemasukan biaya hidup di Mesir. Semisal biro jasa perjalanan, guide, jasa hotel dan penginapan dibawah naungan organisasi kekeluargaan, membuka usaha jahitan, warung makanan khas Indonesia dan Negara Asia lainnya, membuat Tempe, Tahu, Tauge, yang terkenal dengan sebutan Tripel T, menanam Kangkung, Serai dan bumbu rempah dapur lainnya yang tidak didapat di Mesir, menjalankan usaha persewaan motor, mobil, kamera, sound system, juga barang-barang elektronik sejenisnya dan masih banyak lagi ragam usaha kreatif Masisir yang patut mendapatkan apresiasi.

Diluar itu, amplop gaji tidak selalu datang dari hasil usaha Masisir yang bersifat komersial. Masih banyak lagi macam kegiatan teman-teman mahasiswa yang bersifat edukatif, sastra, seni, budaya, dan segi bidang lain. Aktifitas ini juga tidak terlepas dari dukungan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) dan puluhan organisasi lain bentukan Masisir (almamater, kekeluargaan, afiliatif, ormas) juga pers mahasiswa.

Kegiatan Atdikbud Kairo, PPMI dan organisasi lainnya tersebut tidak hanya mengasah potensi Masisir laiknya sebagai pelajar. Namun para pendukung dana tersebut secara sengaja mengadakan kegiatan perlombaan yang bersifat positif positif untuk lebih mengasah lagi potensi Masisir. Seperti Perlombaan Karya Tulis Ilmiah dan Sastra, MTQ, Kaligrafi, Festival Band dan seterusnya. Sebagai apresiasi, mereka tidak lupa menyisipkan amplop gaji bagi para pemenang yang disertakan pada piagam penghargaan. Hanya mendapat piagam saja rasanya sudah bangga, apalagi ditambah amplop gaji dari hasil karya kita sendiri

KBRI Kairo juga mengusahakan agar Masisir tetap mendapatkan jatah TEMUS (Tenaga Musiman) pada setiap bulan haji. Disana Masisir bertugas untuk membantu kelancaran ibadah dan kegiatan lainnya untuk jama’ah haji Indonesia selama musim haji berlangsung. Dan amplop gaji untuk kesempatan yang satu ini tidak sedikit loh…

Tidak terhenti sampai disini. Beberapa lembaga Mesir dan Indonesia maupun bentuk kerjasama lain mengikutsertakan Masisir untuk dapat membantu kelancaran program kerja mereka. Menjadi penerjemah, pembawa acara, penyiar berita, rujukan konsultasi agama, model pada diktat Language Centre, menjaga stand/bazaar, kru pembuatan sinema, sebagainya dan sebagainya.

Keluar dari kegiatan itu semua, ada juga amplop gaji tetap Masisir yang berbeasiswa, yang disebut ‘Minhah’. Beasiswa ini diajukan Masisir kepada lembaga pemerintah ataupun non pemerintah Mesir atau Negara lainnya yang menyediakannya.

Wah…Jika saya bisa memanfaatkan waktu dengan baik dan termasuk sebagai mahasiswa kreatif dan berprestasi seperti diatas, betapa beruntungnya saya! 

Sushi Masry itu Bernama Mahsyi!

Saking penasarannya sama jenis makanan yang disebut-sebut Sushi itu, membuat saya jadi gemar memasak Mahsyi, Sushi-nya orang Mesir.

Kata Mahsyi yang akhrirnya saya dapatkan artinya dari teman Syiria saya, Zizi berarti ‘yang diisi.’ Sebagai pembuktian linguistik, lalu saya mencari kata Mahsyi itu dalam Kamus Kontemporer Arab-Indonesia, Atabik Aly dan A. Zuhdi Muhdlor yang diterbitkan oleh Multi Karya Grafika, Pondok Pesantren Krapyak.

Kata Mahsyi berasal dari kata kerja Hasya, yang berarti mengisi, menjejali, memenuhi, menyisipkan. Dan memang iya, Mahsyi yang saya bayangkan sebagai Sushi itu adalah salah satu jenis makanan khas Mesir yang dijejali beras dan rempah khas Mesir lainnya. Bedanya, Mahsyi tidak pernah mengikutkan ikan, apalagi ikan mentah sebagai daftar bahan-bahan dalam pembuatannya. Kecuali jika penasaran saya untuk merasakan Sushi bertambah menjadi-jadi. Bisa-bisa saya tambahkan ikan didalam isi Mahsyi itu;P *Ditambah lagi kegemaran saya sebagai orang pesisir, doyan sekali makan segala masakan yang beraroma ikan dan seafood!*

Sempat saya mengetahui keberadaan Sushi di salah satu Restoran masakan Asia di Mesir. Tapi setelah melihat harganya, mendadak penasaran saya menyingsut. Saya banting setir untuk memesan nasi goreng seafood saja. Bukannya tidak mampu membeli, tapi lebih baik saya gunakan uang sejumlah harga Sushi di Restoran tersebut untuk memasak Mahsyi istimewa yang saya bagi-bagikan pada seluruh teman Indonesia di asrama! Enak, kenyang, puas dan terangkan hati. Haiiyyah!

Makanan Mahsyi yang akhir-akhir ini menjadi kegemaran saya dalam menu memasak, sebenarnya sangat simpel cara membuatnya. Apalagi jika pembungkusnya yang tidak rumit semisal Koromba atau dalam bahasa kita menyebutnya Kubis, juga Waraa Inab yang berarti Daun Anggur. Tapi anehnya saya lebih sering menggunakan Koromba sebagai pembungkus Mahsyi. Selain harga Koromba murah, ada rasa khas dari jenis sayuran itu yang selalu membuat saya ingin memasak Mahsyi, lagi dan lagi! Lebih senang lagi teman-teman Indonesia saya satu asrama, karena mereka asyik sekali menikmati makanan itu sampai-sampai lupa itu Mahsyi keberapa ya yang sudah masuk mulutnya, hehe… *Oala, Jeng-jeng! Gak tau yah itu bikinnya njlimet! Tapi asal kalian suka, apa sih yang gak kulakukan demi kalian* haiiiiyyyyyah!

Selain Kubis dan Daun Anggur, sebagai pembungkus Mahsyi kita bisa menggunakan Paprika (Filfil Rumi), Terong (Batinjan), Sawi (Khos), Kosha (Wah kalo yang satu ini, saya ndak tau bahasa Indonesia-nya itu… Salah satu jenis sayuran yang sampai saat ini saya tidak pernah melihatnya di Indonesia, juga di Lamongan, hehe… Sebesar Ketimun langsing, mempunyai bentuk kulit luar seperti Pare, tapi berwarna hijau muda. Rasanya hampir tawar sepeti Kenthi-Jw.)

Pembungkus tidak hanya dari jenis sayur-sayuran saja. Ada juga yang menggunakan burung Merpati atau burung Dara (Hamaamah). Wah, kalo pembungkusnya yang satu ini, saya juga doyan sekali, hehe…

Sebagai isi, beras ditemani rempah-rempah khas Mesir seperti Kamoon dan Bukharaat. Juga Daun Sabat, Ba’donees, dan Daun Ketumbar (Waraa Kasbara). Lalu minyak secukupnya untuk menumis, juga bumbu yang tidak asing lagi, Garam (Milh), dan Merica (Filfil Iswid), Tomat (Tomatim), Bawang Merah (Basol), juga Kaldu sebagai kuah untuk merebusnya. Rempah juga bisa diganti-ganti sesuai selera. Itu kata guru asrama saya loh, yang juga menjadi guru saya memasak Mahsyi.

Caranya, Tumis bawang merah dan tomat sebanyak-banyaknya, tambahkan merica, Bukharaat, Kamoon dan garam. Setelah bau harum sudah tercium, angkat panci dari atas api, masukkan daun-daunan (Sabat, Ba’donees dan Kasbara) juga beras yang sudah dicuci, lalu aduk sampai merata. Seterusnya, isikan atau jejalkan, atau sisipkan ke dalam memenuhi pembungkus yang sudah saya sebutkan di atas.

Susun rapi dalam panci. Tuangkan kaldu (ayam atau sapi) yang sedang panas-panasnya dan mendidih. Siram rata pada Mahsyi yang sudah rapi tersusun dalam panci di atas kompor dengan api sedang. Tutup panci dan tunggu hingga matang, sama halnya seperti memasak nasi. Mudah kan?!

Teringat pertama kali saya makan Mahsyi burung Merpati di rumah Mama Farida, orangtua asuh saya di Mesir. Jadi kangen, Mama…Mau Mahsyi bikinan Mama Farida lagiiiyy…K

Kerneh Baru al Azhar

Bagi teman-teman Indonesia, mungkin ini bukan hal baru. Salah satu identitas sebagai mahasiswa di PT (Perguruan Tinggi), ya KTM (Kartu Tanda Mahasiswa). KTM ini kalo bahasa Mesir nya adalah Karnieh, di lafadzkan Masisir (Mahasiswa Indonesia di Mesir) dengan Kerneh.

Mulai dari tiga tahun silam, tepatnya tahun ajaran 2004-2005, Universitas al Azhar Mesir membebankan biaya kuliah kepada seluruh mahasiswanya, tak terkecuali mahasiswa luar negeri seperti kami, Masisir. Meski tak seberapa -dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yang tidak pernah dipungut biaya apapun, kecuali pembelian diktat kuliah- namun biaya kuliah ini cukup memberi suasana 'beda' pada dampak perubahan universitas secara perlahan. Fisik maupun nonfisik.

Pada Perubahan Fisik, Universitas al Azhar yang konon mempunyai luas wilayah lebih dari separuh wilayah milik pemerintah dan perlahan menyempit ini, terlihat telah banyak merenovasi gedung-gedung tuanya dan juga membangun fasilitas-fasilitas baru.

Proyek Kafetaria besar dalam komplek kampus juga baru beberapa tahun dalam hitungan jari saja keberadaannya. Sebelumnya? Ya, sekedar kantin-kantin kecil yang hanya menyediakan makanan sangat ringan sekali dan soft drink. Terletak di sudut-sudut lokal yang nampak sangat memprihatinkan. Penjualnya adalah mereka yang sekaligus bertugas sebagai tukang bersih-bersih gedung.

Sedang Perubahan nonfisik, suasana 'beda' itu terlihat pada mula pertama kali pembayaran ini ditetapkan. Misal saja, suasana antri pembayaran. Budaya antri di Mesir sudah sangat biasa, yang membedakan dengan negara kita adalah tingkat ketertibannya. Loket kampus yang semula mempunyai sedikit fungsi semisal sebagai tempat pengambilan beasiswa al Azhar ini mendadak ramai dengan antrian.

Sebagai pengalaman yang tak terlupakan mahasiswa yang sempat merasakan mula adanya pembayaran ini sangat beragam. Ada yang merelakan antri penuh sesak dengan desakan tubuh orang Mesir yang mayoritas lebih besar daripada ukuran tubuh kita. Ada yang merelakan berdiri berjam-jam dibawah terik matahari Mesir. Ada pula yang rela untuk mendahului antrian dengan datang lebih awal, mungkin dapat dikatakan sangat awal, karena adik kelas saya saat itu sudah kompakan berangkat sebelum waktu subuh! Dan sebagai tambahan, kerneh belum tentu bisa didapatkan tepat pada hari itu juga!

Semua ini dilakukan demi untuk mendapatkan kerneh sebelum tiba waktu ujian, yang isunya harus membawa serta kerneh tersebut saat memasuki ruang ujian. Berbagai cara sistem antrian dibuat sedemikian rupa. Penguasanya ya mereka yang lebih dulu tiba di depan loket. Bahkan sebelum masuk pintu gerbang, ada yang sukarela membagikan kertas nomor antrian. Ada pula satpam yang sempat mengusir kedatangan teman-teman, para pengantri sebelum waktu subuh yang juga sudah berjubel, membludak, dikira mau demo! Oalah....

Saya adalah termasuk mahasiswa yang bisa dikatakan cuek dengan adanya suasana 'beda' itu. Saya tidak pernah merasakan antri berdiri berjam-jam, datang sebelum subuh dan diusir satpam. Tapi sempat saya beberapa hari sebelum waktu ujian ikutan antri dengan sedikit desakan teman-teman Mesir tersebut, karena saya dan teman-teman Asia lainnya membuat format antri tersendiri, sebagian berada tepat di depan loket, sebagian lagi barisan belakang yang menaiki kursi dan fentilasi jendela. *Kebayang gak siy atas deskripsi saya?!* Malahan waktu itu saya akhiri acara antrian dengan mengantarkan adik kelas (anak baru) yang pingsan akibat berdesakan antri! Setelah sudah sempat merasakan antrian dan kerneh tidak didapat hari itu juga, saya sudah tidak peduli lagi. Berniat membawa paspor saja saat ujian, dan memang saya lakukan masa itu. Buktinya, ya... gak masalah;P

Empat tahun sudah berjalan adanya kewajiban biaya kuliah itu. Sedikit demi sedikit suasana 'beda' itu sudah tidak menjadi pemandangan asing dalam penglihatan kami sebagai Masisir. Tapi ada suasana 'beda' lagi yang sedikit membanggakan. *haiyyah!* Pada ruangan administrasi, sudah tidak sedikit adanya komputer dan pegawai-pegawai muda yang lebih energik. Memang sebelumnya?! Ya tulisan tangan yang diarsipkan pada lemari oleh pegawai yang sudah berumur.

Dan itulah satu dari kehebatan al Azhar yang hingga pada era ini masih mempertahankan proses pendokumentasian dengan tulisan tangan, sangat klasik! Tapi jangan coba-coba meremehkan para pegawai yang sudah berumur itu. Mereka mempunyai daya ingat yang kuat sebagaimana mayoritas bangsa Arab lainnya. Mereka dapat menghafal letak dokumen-dokumen mahasiswanya yang berumur lebih dari belasan tahun!

Dengan dimulainya penertiban administrasi dengan komputer, usaha ini membuahkan hasil yang tidak mengecewakan. Seperti kerneh yang saya punyai saat ini, seperti ATM! *Haiiyah, gak usah heran ta! Hehe...* Sebagaimana yang saya tuliskan di awal, mungkin hal ini tidak menjadi sesuatu yang baru bagi teman-teman mahasiswa di Indonesia. Tapi bagi kami, khususnya saya, berharap dengan adanya kerneh baru ini, universitas al Azhar dapat menertibkan segala jenis administrasi dan keperluan tekhnis lainnya. Dari tingkat awal, soal ujian saya tidak pernah diketik, tuch! Setidaknya waktu saya terkurangi beberapa menit untuk dapat menebak-nebak tulisan tangan mereka pada kertas ujian saya yang mirip Hieroglyph!

Sepengetahuan saya, kerneh semacam ini baru hanya dimiliki sebgian mahasiswa al Azhar, seperti yang sudah didapatkan mahasiswa tingkat empat dan lima jurusan Syari'ah wal Qanun (Hukum Islam dan Perundang-undangan Umum)

Memiliki kerneh yang mirip ATM ini, bagi saya mempunyai nilai tersendiri. Boleh juga dibilang sebagai pengobat gengsi seperti manakala ada seorang teman yang berlibur ke Indonesia, dan sempat ayahnya mengetahui dan menanyakan lembaran kertas berukuran sekitar tujuh kali sepuluh sentimeter dengan laminating manual tersebut.
"Itu KTM saya, Pak." Jawabnya.
"Heeeh..?!!!" @#$%^&*=?!!

NB: Narasi peristiwa ini mengambil sampel Kampus al Azhar cewek untuk mendeskripsikan kerneh baru! Kalo di Kampus Cowok malah belum ada yang dapat kerneh baru ya?!

January 1, 2007

Kalo Lagi Kangen...


ibuku, ibuku, ibuku...





aba...





adek ku..





Sepupu bandelz, tp ngangenin!





Sepupu ndutz..





to be continue...

Pribadi yG Beda!

Gak tau karena ada fasilitas, ato emang trend nya, hobi, ato apa ya.. Akuw kok jd demen nge-Blog. isina siy cerita shari-hari. Bukan na ngumbar diary. Asyik ajah, hehe..

Pertamanya Jeng Maya ngiming-imingi aku siy..Suruh bikin di blogspot biar bisa kreasi. Coz aku sebelomna emang biasa nulis di blog Fs tapi tulisan-tulisan fiksi dan nonfiksi gt. bukan cerita shari2. lama-lama enak jg bisa bagi cerita lewat dunia maya...

Mpe sekarang akuw lagi sibuk ngotak-atik blog tiap kali ngenet. Karena gak bisa online tiap hari, jadi ya gt2 ajah....yang penting bagi cerita. Masalah performance ntar-an ajah, hehe...Apalagi blog walking, walah ntar duluw...paling ngunjungin pny temenz kairo, hihi.. Coz aku jd pengen bikin lagi di wordpress, kata om Vikar kalo tulisanku di taruh di blog Fs ajah, ntar gak bisa kluar pas di search.

ya pkoknya gt dah..

Udah deket ujian niyy...doain ya...! najah, amiin..!

December 26, 2006

nge-DruG!

Ceporex, Cetofan, Flurest, Tantum Verde P, Guava syrup, Vick Formula 44, trus apalagi yah?! Wah, gak ingat lagi!

Cuaca di Mesir emang lagi gak bersahabat. Kondisi tubuh juga lagi nge-drop, ditambah lagi keseringan keluar. Pokokna lengkap sudah faktor-faktor yang mendorongku jatuh dan sakiiit.

Ceritana malem hari tanggal 20 Desember ibuku telpon. Karena udah tengah malam, jam 12an gt jadi aku jelas udah tidur. Akuw jawabin telpon sambil 'iya-iya' 'he-em2' ajah, 1/2 sadar gitu. Waktu hang up tuh mobile, aku baru 75% sadar dan ngerasa ada yang perih di tenggorokan. Terpaxa aku bangun, minum aer putih banyak-banyak. Ke kamar mandi, wudlu, sholat, do'a2 dan....tidur lagiy! Hehe...

Paginya, aku bangun dengan tenggorokan yang gak normal juga. Aku cuekin. Sampe akhirnya aku pergi ke Medinat Nasr, mo ke rumah Fedo, dia pulang hari itu, tgl 21. Sebelomna mampir ke rumah Jati dulu, masak nasi goreng. Aku bawa bekal nasi dari asrama, coz aku prediksiin bakal pulang malam. Kesian nasiku ditinggalin. Selesai makan-makan ma Lia, aku pergi ke rumah Didi, nyiapin titipan dan brangkatlah aku ke rumah Fedo.

Tengah perjalanan, aku ngerasa tenggorokanku makin perih, gak bisa ngomong. Akhirna aku mampir soidalia untuk beli obat. Aku minum, eh makan tuh obat sejenis permen mint. Tantum Verde P. Hamdalah baekan, tp setelah permen na abiz, perih lagiiy:(

Menjelang malam hari, aku balek asrama. Aku mampir ke kamar Amel, nanyain gimana masak bubur. Dapet resep, trus balek kamar, dan tidur.

Esoknya, aku masak bubur. Berhasil, dan buanyaaaak... Aku gak pinter ngira2 kapan beras jadi nasi, dan kapan beras jadi bubur.hehe...Akhirnya kubagiin ma temen2 Indonesia di asrama, dan kayakna mreka mnikmatinya. Kondisiku makin nge-drop, seperti biasa aku tidur cepat.

Pagi hari, aku tak kuasa bangun. high temper! aku kalut, jadi mikir yang enggak2..aku missedcall si Fez, gak datang juga. Ternyata dia juga sakit. Aku missedcall Epi, dia datang. Tau aku panas banget, dia ngompres aku dengan air lemon. Dia udah mahir banget, ternyata dia juga lom sembuh betul. Dia tau P3K lah pokoknya.

Hari berikutna guru asrama mengantarkanku ke Misr and Soudan Hospital.

Aku bener2 ambil hikmah dari sakitku itu...Pas sembuh, aku jadi tau banget arti sehat. Sepatutna kita mempergunakan waktu sbaik2na.

...Rebutlah akan lima perkara sebelum [datang] lima perkara: Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, masa lapangmu sebelum masa sibukmu, masa mudamu sebelum masa tuamu dan masa kayamu sebelum faqirmu...

December 19, 2006

Story of My B'Day...

Nambah umur, berkurang usia..
Gak terasa udah 1/4 abad! dan akuw lom berkarya apa2:( Tiap datang tgl 16 Desember serasa numpang lewat aj..makin lama, makin gak ad spesialnya..

Satu persatu temenz branjak pergi..seiring fase kehidupan di dunia ini. Dan akuw masih disini...

haiiyyyah...gak sah sedih,sedih. Semangat gt lojh ngadepin hari! Jalani hidup ini penuh makna. Kan gt!

Critana pas my birthday kbetulan temen2 pada berangkat haji. Karena akuw telat, jadi gak bisa ngelepas temenz yang pada berangkat. Akhirna aku abiskan hariku bersama Didi di Bawabah tiga. Didi demam, mgkn krn akhir2 ni cuaca lagi gak beres.

Hari itu angin kenceng bersama debu2. Duingiin..! Sedingin hatiku saat itu, haiiyyah! Malem tiba dan aku balek asrama. Karena lagi bad mood, aku gak langsung mnuju ke kamar. Aku mampir dulu ke kamar Fez, closedFriend ku di asrama. Sumpah, dia tuh baek banged, nina boboín akuw, bacain buku dongeng nabi2 sebelom tidur, ngajakin makan, wah pkoknya banyak deh! Gak bisa disebutkan satuw2!

Di Kamar Fez ada si Zizi anak Syiria, biasa lagi curhat gt..akhirna akuw langsung ambruk di kasur Fez, tidur dengan pulasna. Gak ganti baju, lom lepas krudung, kebetulan musim dingin siy, jadi anget2 ajah gt..

Satu jam..Dua Jam..dan pas jam 11 malem, ada Epie dan Amel bangunin akuw. Akuw ditarik2 sambil mreka ngucapin ultah n treak2 tiup lilin nya..tiup lilinnya! Haiiyyah..masih ngantukkzz boo'

Mreka baek banged! Bwain kue tart, dan kue2 kecil lainnya. Pkokna akuw disayang2! Akhirna acara tiup lilin dan potong kue slesei..Akuw ajakin mreka ke kamar akuw, coz mreka mo nonton video kawinan Ely-Rantau. Tp mndadak mreka dgn banyak gaya dan berbagai alasan, mengurungkan niatnya "Besok saja ya..." Yadah, aku OK in ajaw. Dan Anda tau Sodara2, lagiy2 Fez yang anterin akuw ke kamar, takut aku masih lom sadar 100% kali bangun tidur, hihi..

Aku buka kamarku yang smua temenz asrama juga pegang kuncinya. Maklum, akuw rada banyak dibutuhin (barang2kuw kaliii hihi...) jadi yaa..go ahead ajah kalo mo masuk kamar. Dan saat kubuka kamar, aku rasa ada yg janggal, aneh bin aneh banged! Kok brantakan ya?! Ya..mesQ tiap hari emang gak rapi2 amat siiy...Aku mulai buka lemari mo ganti pakaian tidur..dan..nah lohhh..bner kan???!!! Ternyata temenz ku pada manis2 ada maunya...haiiyyyah..! Aku muali check seisi kamar, dan smua berada tidak pada tempatnya. Separuh isi lemariku yang satu di pindah ke 1/2 lemariku satu nya. maklum akuw punya dua lemari smenjak Amel pindah kamar. Yadah satu lemari buat baju atasan ajah dan satu lemari lagi buat baju bawah alias rok dan celana, jubah dll. Di kasur Fez tertawa ckikikan, tauna dia juga tau rencana gak jelas ini pas aku ktiduran di kamarna. Akhirna, tengah malam itu aku acarana ngrapiin kamar haiiyyah,,,nambah2in kerjaan ajah! Tapi thanks. Smua perhatian padakuw;;)

Buat temenz makaciih ya ucapana di telpon, sms, testi, email, langsung, dll..
kehadiran kalean sangat berarti...haiiyaah...

December 7, 2006

Way to the 30th Cairo International Film Festival --Down to Up--



Bye-bye..skian dl ya..udah nyampe halte dan saatna balek asrama. Pgeeel...





Dibawah (kolong) jembatan di Tahreer..






Pulangna mampir warung, makan-makan...minum-minum..






Di tengah perjalanan pulang..masih diatas jembatan sungai Nil






SINGApura nya Mesir..






Pulangnya nyebrangin Nile River..Menikmati hari baranjak tua di Kairo..weiiisshh...!





Depan papan pers, serasa diwawancara gt..haiyyah...






Dipinjem jadi model gitu...haiiiyyyah..






Poto bareng pnjaga stand Pakde Aziz






Sampailah di stand RCTI...






Rehat dulu sebelom mampir stand na RCTI..--Pegel bo''--






Depan Opera House






Gerbang..





Nah loh..up stairs..!





Nunggu kreta brikutna..






Ups! nie di kereta bawa tanah. Aslinya gak boleh photo tuh, hihi...








"Udah yuk, berangkat.."








chipa cheesee....









Mejeng dl depan Mogamaa







Lewat Mogamaa

30th Cairo International Film Festival


Tanggal tiga Desember kemaren akuw ambil gaji pelajar alias minhah (beasiswa). Aku sengaja berangkat pagi, coz aku udah prediksiin bakal antri banget hari pertama ngambil. Maklum aja, tgl 1 dan 2 kan libur Nasional nya Mesir (Jum'at-Sabtu). Ternyata bener, sampe di tempat udah antriiiyy...bjibun! Tapi hamdalah akuw lancar.

Sebelom ambil gaji, akuw janjian ma Didi n Farida ktmuan di mahattoh metro anfak, damardash. Mo ambil gaji bareng! Eh, ktemua ama Pakde Aziz . Kirain Pakde Aziz mo kuliah, kan sama2 naek kereta bawah tanah gitu. Kami gak sempet ngobrol cuma say helo ajah coz itu pintu kereta udah keburu ditutup! Usut-diusut, kata Didi Pakde Aziz mo jaga stand RCTI di Opera House Cairo. o0o... I see..ternyata tuh pameran diadain berbarengan dengan munasabah Festival Film Internasional di Cairo .

Akhirnya tepat setelah ambil gaji, akuw langsung meluncur ke Opera House ngunjungin delegasi Indonesia di Cairo bareng Chipa and Banu.

Oiya, film Indonesia yang diajuin ada dua; Berbagi Suami (Love for Share) ama Belahan Jiwa (SoulMate) smg menang dech!

November 29, 2006

Nice, but it's hard to live in Egypt!

nGurus Visa!
Kamu2 smua yg lg tinggal di LN pasti udah pada ngerasain gmn yg namanya ngurus visa dan memperbaruinya.

Hamdalah biaya hidup di Mesir dibandingin negara lain nya relatif tetap lebih murah. Pemerintah Mesir sendiri cukup memberi sokongan dalam berbagai bidang pada penduduknya. Kita yang 'numpang'jg banyak kecipratan enak:)

Tapi ada satu kata yang paling gak ngenakin di Mesir, yaitu kata 'Bukroh' yang artinya 'besok' Kata ini akan sering terdengar jika kamuw2 berurusan dengan pegawai di Mesir. Hampir smua instansi, baik swasta maupun milik pemerintah.

Pengalaman ini gak cuma aku alami sekali, di kampus, rumah sakit, kantor kementrian, kantor imigrasi, dsb-dsb deh.

Kebayang kan, giman rasanya kamu antri paaanjang...dan laaammaaa... dan berdiri... dan pas udah nyampe giliran kamu eh di-bukroh-in!

Alhamdulillah aku masih untung ngurus visa di imigrasi Nasr City, gak terlalu antri. Meski aku hari ini gak di-bukroh-in, tapi akuw tetep dan musti-kudu-harus balek lagi besok. Coz musti bawa paspor lama. -Tahun lalu akuw perbaruin Visa di Tahrir dengan paspor baru jg-

Walah...sabar, sabar. Sebelom akuw brangkat ke Mesir dulu, akuw dipesenin siy sama guru akuw. Beliau dulu juga menempuh pendidikan di Mesir selama 11 tahun.

Belia berkata: Mesir itu terdiri dari tiga huruf arab; 'Mim', 'Shod', 'Raa'. yang konon singkatan dari Musibah, Sabar, dan Rahmah.

Jd, kalo kita mendapat MUSIBAH, kita kudu-wajib-musti-dan harus SABAR agar kita nantinya mendapat RAHMAH dari Allah subhanahu wataála. Amiin...

November 14, 2006

Pacar Baru;)

*
Hamdalah pacar akuw datang dengan selamat! Thanks ya Didi, ud mengantarkannya padaku dg ikhlas, hiks. Kamu baek bGt siiy..;)

Buat Farid, Banu, Acur, Amran, Jihan, Amin..Selamat datang di Kairo kembali. Semoga nambah semangat, amin....


*gambar menyerupai bentuk asli hanya saja berwarna hitam.

November 12, 2006

Sahabat Jalang

Sahabat Jalang
MisSane

Kata-katanya manis,
padahal bau amis.
Gaya kayak si artis,
peran antagonis!


Body mayan menarik.
Tp aku kok jijik.
Ngakunya sih sahabat.
Tapi kelakuan bedjaaat...
(Kayak penjahaaat)


Aku tetap yang dulu
Masih polos dan lugu
berkali-kali kau tipu
Sori, ini gak lucu!


Hey, Jalang sahabatku
ambil saja yang kau mau
Tak peduli itu dariku
Asal puas inginmu.


Aku kan cewek hebat
Hatiku cukup kuat
Meski smua kau sikat
Aku tetap semangat!

November 9, 2006

"Perancis..! Ups! Eh, iya Prancis!"


Abis ad kuliah, tiba2 ad cewek masuk kelasku. Dia datang membawa kabar, hehe...
ceritanya Dia lagi nawarin kursus atas beasiswa Hizbul Wathany Demokratie (Partaina Presiden Mesir, Hosni Mubarak) Kursus itu meliputi kursus Komputer dan Bahasa. Kursus Komputer termasuk semua program deh, dan program bahasa Inggris, Perancis, Jerman, dan Italy untuk kursus Bahasa.

Akuw dan teman akuw, Devi mulai binun milih2 bakal ambil kursus yg mana ya...Kalo Devi udah menetapkan pilihan untuk ambil bahasa Inggris, dan akuw...ap yach masih binun (Walah...niy anak tetep aj binun milih, hehe) Akuw gak kepikiran lagi coz abis itu masih ad kuliah, dan pelajaran pun berlanjut.

Akhirnya kuliah pun usai, jam 2.30 sore. Tanpa pikir panjang, akuw ngajakin Devi untuk langsung daftar ke tu kursus. Saat di bis, akuw masih sibuk ngobrolin ma Devi; milih ap ya ntar? ... "Komputer kali ya, Dev. Photo Shop gt. Akuw kan suka poto2, hihi..." Pkokna akuw masih milih yg berhubungan dengan Komputer. Tp terbesit jg siy blajar Bahasa Jerman, kayak si Devi yg kursus sama mbak Intan, temen kita juga yg ud mahir beberapa bahasa. Tp...Masih binun jg ah...

Sampai juga ke California Center, tempat kursus itu, mudah dicari. Segedung sama Toko Baju Pesta, White Home deket kampus Azhar cowok di Hay Sadis, Nasr City. Persyaratan udah lengkap dan siap kita serahkan. Sebelomna akuw nanya2 ttg kursus itu gmn2 na ntr pelaksanaan na. Devi udah selesai daftar, dan giliran akuw..dan..."Prancis! Ups! Eh, iya, Prancis!" Akuw langsung nyeletuk gt aj pas ditanya ma bag.pendaftaran.

Sementara Devi masih kaget2 dengan pilihanku. "Kok bisa siy mbak...dari tadi sibuk ngobrolin komputer, nanya2 ttg program komputer ma bag.Pendaftaran. Eh..Trakhir malah mutusin ngambil Prancis, walah..." Devi tetep heran, dan akuw...?! Hehe..

Beasiswa Kursus di California

Bagi kamuw yG kul di Azhar Univ Cairo. Ad pngumuman Beasiswa Kursus Komputer dan Bahasa di California. Komputer untuk smua program dan 4 pilihan untuk Bahasa; Perancis, Inggris, Italy, dan Jerman.

Alamat California Center;
Bld. White Home for Party Dress (Toko Baju)
Sebelah Jembatan penyebrangan
al Azhar University Banin, H-6, Nasr City

p.s. Jd bukan di California yg Amrik itu...hihi
Pkokna kesempatan deh;)
buruan daftar ya...!

November 8, 2006

The Empty Night

The Empty Night
MisSane

Hey You, The Empty Night...
I wanna say..
That i'm getting mad this way
by the things that i'm so shy to say

Hey you, The Empty Night
can i ask you to get him back
when i'm so hate to be lonely every sad...
Just with you in my head...

I wanna hug you tight...
I wanna say you that...
I've been longing you
tonight...

Be right beside you makes me all right
'coz you're my hero when i'm getting bad
You raise me up when i'm not glad
Hey You, The Empty Night...

To You Who Said That

To You Who Said That
MisSane

To you who said that i'm pretty
To you who said that i'm lovely
To you who said that i'm such that beauty
To you who said that i'm so kindly

Thank you for admiring me
Thank you for adoring me
Thank you for that appreciate
Thank you for that favourite

Even bad but i'm not that hate
Even terrible but i'm not that jerk
Even bored but i'm not that jaded
Even relieved but i'm not that glad

It's so nice by what you said
just because you're so sweet be like that

walah... ini org GR bgt gt, hehe..
ke PD an gt;P

Staring at Your Back

Staring at Your Back!
MisSane

Last night must be the first night
Met you after all these nights
When the lips were closed so tight
when the hidden word was too hard in cache


Owh hash!
Really haste to run away
Can't hardly wait to the moment i don't know how to guess
'coz the shame came too fast


What was that is being so sad
no more laugh around we made
Just little glance
Then you went and been so gloat

Owh that so bad
being with you but still so weird
stranger like we've never met
Owh that so bad...!
Sad, sad, sad...

November 4, 2006

Lebaran? Lontong Sayur dan Sate Dong...!


Lebaran na masyarakat indo di Mesir...



Wadouh Dek...Semangat banGed maem na;P


Sate IKMAS ...Nyami..nYami.. mohandes na AsPandi loh...

November 1, 2006

Sad But True!

Kalo lagi bete ma orang, ada tips nya:
Cukup bilang; "Ada ya, orang yg kayak gini!"
Emang orang tuh sifat na macem2. Ad yg sensi abiszz..ada yg cuek abisszz..ya, santei aj deh jalanin na..jgn t'lalu srius nanggepinnya. Tp, ad seorang tmn blg, kl org zaman skrg tuh suka gak mau denger...Mgkn banyakan yg pgn mo didengerin kalee ya.

Hem..Pkokna boleh sedih atas apa yg gak sesuai di hati, tp jgn berkalikali. Karena, lagilagi... Kita musti semangat menghadapi hidup ini! Watau!
Cheers....!