July 6, 2011

Karena Kita Keturunan Hawa

Kemaren malam teman asramaku -orang Syiria- menangis sesenggukan. Aku hampiri dia dan mencoba menenangkannya..

Usut diusut, cerita punya cerita. Temanku udah 3 hari ini lost contact sama pacarnya. *Hmmm...sama pacar ajah sampe segitunya yah, jadi wajar kan kalo sama SUAMI yang jaraknya jaohan, sehari gak dihubungin jadi gak tenang [ehemmm, yesss aku punya alasan :p ]

Temanku ini udah usaha ngehubungin by phone n inet berkali2 tapi gak bisa juga. TAPI INTI CERITA INI SEBENERNYA BUKAN BUKA CERITA PRIBADI DIA LOH,, melainkan gini,,,,

Sebentar kemudian dia melanjutkan cerita, "kamu tau, nanti kalo dia tiba2 ngehubungin aku, aku akan berpura2 wajar. kayak gak pernah terjadi sesuatu slama 3 hari ini. aku gak mau bilang kalo kemarenan aku udah nelpon dia berkali2, berhari2. nyariin dia di chat, di internet.."

"kenapa?" tanyaku penasaran.

Lalu dia menaikkan pundaknya sinis, " gak ada. kita perempuan harus jaga gengsi tau. gak sharusnya kita yang aktif terhadap laki2"

Dia diam dan mengusap air mata, lalu mlanjutkan bercerita "hmm,,oya. kamu tau cerita Adam dan Hawa?"

"Ya" jawabku singkat sambil pasang muka agak penasaran, maksud aku, karena cerita Adam dan Hawa ada beberapa versi dan aku belum banyak tau.

Dia kembali bersemangat cerita, "Dulu, saat Nabi Adam dan Hawa diturunkan di bumi, mereka dipisahkan. Berhari2 Adam mencari Hawa. Begitu juga sebaliknya. Hingga kurang lebih 40 hari lamanya. Pada suatu hari, secara tidak sengaja, Hawa menemukan Adam terlebih dahulu. Adam nampak kelelahan dan tertidur pulas. Lalu Hawa duduk di samping Adam. Dia tidak mau membangunkannnya."

"oya?!" aku memberi respon, tanda baru mendengar bagian cerita ini.

"he-em" lanjutnya "Hawa menunggu sampai Adam akan terbangun dengan sendirinya. Sembari menunggu Hawa menyobek bajunya dan menusukkannya pada duri/ranting. Hingga ketika Adam terbangun, hawa akan berkata: Adam, selama ini aku tidak pernah mencarimu, Allah menurunkan aku di bumi disini tempat sekarang aku duduk. Kalo kamu mau bukti, lihat duri ini, dia tetap menempel pada bajuku, persis pertama kali aku diturunkan di bumi"

Hahahahahahahaha...kami tertawa terbahak2, disela tawa dia sempat memperjelas pembicaraannya. "maka inilah aku nanti akan bersikap sama. aku akan dingin pada pacarku, seolah tidak terjadi apa2 hingga dia menjelaskannya sendiri. Karena kita keturunan Hawa."


Hahahaha..dan dia tidak bersedih lagi...


*masa2 ujian memang membuat kita sensitif..tapi betapa beruntungnya kita punya teman yang mampu menampung cerita kita, luapan hati kita..

2 comments:

Simply N said...

lucu jugak...hehe Kuatkan semangat dan semoga berjaya Susan.

Mae asti said...

Loss contact, ga bisa dihub, ga di sms, ga di telp, miss communication, lotsa fights .. well, I had been in this kind of situation, and that was hurt, that was hard. Being away from each other has never been easy :)